Kuda berlarian dirumput yang hijau[/caption]
Resi Wirya Ndiyat Aldaka tiba di padukuhan itu dengan tekad bulat. Keberaniannya dan kekuatannya membuatnya menjadi juru kuncen daerah tersebut. Para begal dan penjahat tidak berani masuk ke wilayah tersebut lagi karena mereka takut akan sakti mandraguna Resi Ndiyat. Bahkan, banyak gembong garong yang kalah ketika berani menantangnya.
Seiring berjalannya waktu, padukuhan itu menjadi ramai dihuni oleh masyarakat pendatang. Mereka datang untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga untuk mencari harta yang tersimpan di dalam perbukitan dan pegunungan tersebut. Resi Wirya Ndiyat Aldaka menjalankan tugasnya dengan setia, menjaga perdamaian dan melindungi harta karun yang ada.
Ketika saatnya tiba untuk pulang ke Jawa Timur, Resi Wirya Ndiyat Aldaka memberikan pesan penting kepada masyarakat di padukuhan tersebut. Dia berkata, "Daerah ini adalah anugerah alam yang indah, dan di dalam perbukitan ini terdapat harta yang sangat berharga bagi umat manusia di masa yang akan datang. Jagalah daerah ini dengan baik, dan berikan nama Padukuhan ini 'Pager Gunung', sebagai penghormatan kepada peran daerah ini dalam melindungi harta karun kita."
Pesan Resi Wirya Ndiyat Aldaka dipegang teguh oleh masyarakat Pager Gunung. Mereka menjaga alamnya dengan baik dan melindungi sumber daya alam yang ada di dalamnya. Sampai saat ini, Pager Gunung telah berkembang menjadi sebuah kota yang makmur. Banyupanas daerah utara terdapat Bekas-bekas penambangan penjajah yang dulu digunakan untuk menghasilkan minyak, oli, dan beberapa tahun yang lalu Pengeboran oleh Pemerintah yang sekarang telah diteliti kandungan gas yang akan menjadi sumber kekayaan bagi penduduk dimasa yang akan datang.
Cerita Pager Gunung menjadi legenda yang menginspirasi masyarakat untuk menjaga alam dan harta alam yang ada di dalamnya. Mereka tahu bahwa keberanian dan kebijaksanaan Resi Wirya Ndiyat Aldaka adalah warisan berharga yang mereka harus lestarikan, seiring dengan harta karun yang tersembunyi di perbukitan dan pegunungan yang indah itu.
( Herni Susanti ) http://cipari.desa.id http://cipari.cilacapkab.go.id
Pager Gunung Harta Karun di Perbukitan
Kuda berlarian dirumput yang hijau[/caption]
Resi Wirya Ndiyat Aldaka tiba di padukuhan itu dengan tekad bulat. Keberaniannya dan kekuatannya membuatnya menjadi juru kuncen daerah tersebut. Para begal dan penjahat tidak berani masuk ke wilayah tersebut lagi karena mereka takut akan sakti mandraguna Resi Ndiyat. Bahkan, banyak gembong garong yang kalah ketika berani menantangnya.
Seiring berjalannya waktu, padukuhan itu menjadi ramai dihuni oleh masyarakat pendatang. Mereka datang untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga untuk mencari harta yang tersimpan di dalam perbukitan dan pegunungan tersebut. Resi Wirya Ndiyat Aldaka menjalankan tugasnya dengan setia, menjaga perdamaian dan melindungi harta karun yang ada.
Ketika saatnya tiba untuk pulang ke Jawa Timur, Resi Wirya Ndiyat Aldaka memberikan pesan penting kepada masyarakat di padukuhan tersebut. Dia berkata, "Daerah ini adalah anugerah alam yang indah, dan di dalam perbukitan ini terdapat harta yang sangat berharga bagi umat manusia di masa yang akan datang. Jagalah daerah ini dengan baik, dan berikan nama Padukuhan ini 'Pager Gunung', sebagai penghormatan kepada peran daerah ini dalam melindungi harta karun kita."
Pesan Resi Wirya Ndiyat Aldaka dipegang teguh oleh masyarakat Pager Gunung. Mereka menjaga alamnya dengan baik dan melindungi sumber daya alam yang ada di dalamnya. Sampai saat ini, Pager Gunung telah berkembang menjadi sebuah kota yang makmur. Banyupanas daerah utara terdapat Bekas-bekas penambangan penjajah yang dulu digunakan untuk menghasilkan minyak, oli, dan beberapa tahun yang lalu Pengeboran oleh Pemerintah yang sekarang telah diteliti kandungan gas yang akan menjadi sumber kekayaan bagi penduduk dimasa yang akan datang.
Cerita Pager Gunung menjadi legenda yang menginspirasi masyarakat untuk menjaga alam dan harta alam yang ada di dalamnya. Mereka tahu bahwa keberanian dan kebijaksanaan Resi Wirya Ndiyat Aldaka adalah warisan berharga yang mereka harus lestarikan, seiring dengan harta karun yang tersembunyi di perbukitan dan pegunungan yang indah itu.
( Herni Susanti ) http://cipari.desa.id http://cipari.cilacapkab.go.id
Artikel Lainnya
Berita Terkait
Pelatihan Tata Boga di Desa Cipari
Pemerintah Desa Cipari mengadakan Pelatihan Tata Boga yang dihadiri oleh para narasumber berpengalaman, yaitu Puspa Risma dari Sidamulya Sidareja, Siti Roimah dari Karanggedang, dan Jumiatun dari Karangreja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kuliner masyarakat setempat.
Baca SelengkapnyaPemerintah Desa Cipari Salurkan BLT Dana Desa untuk 60 KPM
Cipari, 13 Oktober 2025 — Pemerintah Desa Cipari kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada warga yang masuk dalam kategori...
Baca SelengkapnyaTasakuran Pembangunan Jalan di Desa Cipari
Cipari, 05 Oktober 2025 — Desa Cipari mengadakan acara tasakuran untuk merayakan pembangunan jalan kepudang di Grumbul Krisik, Dusun Karang Tengah. Ac...
Baca SelengkapnyaUpaya Meningkatkan Potensi dan Kesejahteraan
Cipari- 04 April 2025 Desa Cipari, yang terletak di Kecamatan Cipari, terus berikhtiar untuk memajukan wilayahnya. Salah satu langkah strategis yang d...
Baca Selengkapnya